Friday, November 20, 2015

Moammar khadafi dan Arifin Ilham








Disunting · 
Muammar Qhadafi, diantara pemimpin negara muslim yang disegani Barat…. dibawah kepemimpinannya, ia mampu menyatukan rakyatnya yang terdiri dari beragam suku danmazhab-mazhab Islam… dia diantara sedikit presiden yang juga sekaligus khatib dan imam shalat….
Ini kesaksian dari Abang Arifin Ilham mengenai pengalamannya berkali-kali ke Libiya:
Alhamdulillah, sudah 3 X ke Libya, & 2 X sholat berjamaah di lapangan Moratania & Lapangan Tripoli sholat berjamaah yg dihadiri 873 ulama seluruh dunia & rakyat Libya, dg Imam langsung Muammar Qoddafy, bacaan panjang hampir 100 ayat AlBaqoroh, sbgn besar jamaah menangis, sebelumnya syahadat 456 muallaf dari suku2 Afrika, & dakwah beliau sll mengingatkan ttg ancaman Zionis & Barat, Pemimpin Arab boneka AS,
selamatkan Palestina, Afghan & Irak, inilah kesanku pd almarhum, sahabatku FIllah…
Lewat propaganda Barat yang dimulai dari disebarnya berita2 hoax yang ditelan mentah2… dan aktif pula disebar oleh media2 yang mengklaim diri media Islam… Muammar Qhadafi, akhirnya mati ditangan saudara muslimnya sendiri
kekayaan negerinya yg dia jaga, jadi rebutan korporasi2 asing...Apa yang terjadi dengan Libya sekarang? apa kondisinya jauh lebih baik dari rezim Qhadafi?
 apa rakyat Libya saat ini menikmati keamanan dan kenyamanan atau malah diserang terus-menerus rasa khawatir dan ketakutan diserang saudara muslim sendiri hanya karena kabilah dan mazhab yang berbeda?
Apa kita ingin Indonesia mengalami hal serupa dengan di Libya, dengan aktifnya kita menyebar berita2 yang belum kita pastikan kebenarannya, yang isinya hasutan dan propaganda untuk saling membenci dan membunuh sesama muslim hanya karena beda mazhab?
Semoga nalar kita masih sehat untuk mencerna dan memilih yang terbaik buat bangsa ini… perdamaian atau perpecahan…
Toleransi adalah pikiran paling luar biasa yang dimiliki manusia yang berakal
H. Muhammad Arifin Ilham,



Ini Kata Ust. Arifin Ilham, tentang konsep Kepemimpinan dalam Islam



Arifin Ilham:
 Memisahkan Islam dengan kepemimpinan adalah kebodohan, 
 Juru da'wah jahil

Pernyataan ustadz 'komedian' Maulana bahwa jangan kaitkan kepemimpinan dengan agama mendapat tanggapan dari tokoh-tokoh Islam.

“Ah agamanya beda? kalau kita membahas kepemimpinan tidak usah bicara agama. Kepemimpinan itu tidak berbicara masalah agama. Jadi kau tidak mau naik pesawat kalau pilotnya agama lain? jadi berbicara seperti ini jangan ada black campaign,” tutur Ustadz 'komedian' Maulana yang dikenal dengan jargon kalimat; “jamaah, oh jamaah,” tersebut.

Melalui laman facebooknya, Ustadz Arifin Ilham mengoreksi pernyataan ustadz 'komedian' Maulana yang dinilainya bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah.

Berikut selengkapnya:

Assalaamu alaikum wa rahmatullahi wa barkaatuhu. 

SubhanAllah sahabatku, Islam adalah agama sempurna yg mencakup semua aspek kehidupan, hatta apalagi kepemimpinan. Dari sederhana masuk kamar mandi sampai apalagi kepemimpinan.

Memisahkan Islam dg kepemimpinan adalah kebodohan, tidak faham ajaran Islam. Islam tidak bisa dipisahkan dg politik kekuasaan.

Nabi Ibrahim diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk menghadapi para 
Nabi Ibrahim diutus Allah untuk menghadapi rezim berhala Namrudz, Nabi Musa diutus Allah menghadapi rezim pembantai bayi Firaun, dan Nabi Muhammad diutus Allah untuk menghadapi para kuffar jahiliyyah.

Dg takluknya kepemimpinan kuffar jahiliyyah maka umat manusia beriman "bertasbih kepada Allah, dan banyak mengingat Allah (QS Thoha 33-34), agar umat hidup dalam PETUNJUK ALLAH, dalam KEMULIAAN ISLAM, dalam KEBERKAHAN TAQWA, bahagia dalam SYARIAT dan SUNNAH RASULULLAH (QS Al A'rof 96).

Karena itu Islam sangat memperhatikan kepemimpinan dg syarat dan kreteria yg sangat jelas yaitu mengutamakan KEIMANAN dan KETAQWAAN.

 أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ يَرِثُهَا عِبَادِىَ ٱلصَّـٰلِحُونَ

"...bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang shalih."
 (QS Al Anbiya 105)

Karena itu HARAM, memilih pemimpin kafir, bacalah dg iman Kalam Allah ini,

 يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡكَـٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ‌ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ عَلَيۡڪُمۡ سُلۡطَـٰنً۬ا مُّبِينًا

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dg meninggalkan orang-orang mu'min. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?" (QS An Nisa 144).

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman" (QS Al Maidah 57).

Rasulullah bersabda kepada Ka’ab bin Ujrah: "Mudah-mudahan Allah melindungimu dari para pemimpin yang jahil." Ka’ab bin ujzah bertanya: apa yang dimaksud dg pemimpin yang jahil wahai Rasulullah? Beliau menjawab: "Mereka adalah para pemimpin yang hidup sepeninggalku. Mereka tidak beriman pada petunjuk Allah, dan mereka tidak mengikuti sunnahku." (HR Ahmad).

Ingat setiap mu'min apalagi juru da'wah wajib menyampaikan dalil yg berdasar Alqur'an dan Sunnah.


ALLAHUMMA ya Allah lindungilah kami dari juru da'wah jahil yg menyesatkan kami dari PETUNJUKMU dan SUNNAH NABIMU...aamiin.

__
*Sumber: dari 
fb KH Muhamamd Arifin Ilham (Selasa, 10/11/2015)

Friday, September 18, 2015

Wahaby Salafy, dimata Ulama Sunni Komtemporer


Salafynews.com – Gerakan Wahabi Salafi–yang dikenal dengan ideologi takfiri (mengkafirkan, mem-bid’ah-kan, men-syirik-kan sesama muslim)– adalah gerakan yang mengklaim dirinya sebagai gerakan pemurnian akidah (tauhid) dan mengikuti langkah ulama terdahulu atau ulama salaf. Karena itu gerakan ini disebut dengan berbagai nama seperti Wahhabi merujuk pada nama pendirinya Muhammad bin Abdul Wahhab, Ahli Tauhid dan Salafi atau Wahabi Salafi. Di dunia Arab, mereka lebih sering disebut dengan istilah Harakatul Wahhabiyah As-Saudiyah  atau gerakan Wahabi Arab Saudi karena memang didirikan dan berpusat di Arab Saudi.
Banyak ulama non-Wahabi yang memberikan nilai negatif pada gerakan ini. Tidak mengherankan, karena gerakan ini tidak memiliki sikap kompromi dan tidak pernah menilai positif kecuali kepada dirinya sendiri. Dan banyak label kurang sedap dialamatkan pada gerakan yang pendanaan penyebarannya didukung penuh oleh kerajaan Arab Saudi ini. Sebutan itu antara lain seperti “gerakan militan”, gerakan ekstrim, ideologi teroris, neo-Khawarij sampai gerakan sesat.
Berikut beberapa pendapat ulama Sunni non-Wahhabi kontemporer terhadap Wahabi Salafi:
  1. Dr. Ali Jumah, mufti Mesir mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan militan dan teror. [1]
  2. Dr. Ahmad Tayyib, Syekh al-Azhar mengatakan bahwa Wahabi tidak pantas menyebut dirinya salafi karena mereka tidak berpijak pada manhaj salaf.[2]
  3. Dr. Yusuf Qardhawi, intelektual Islam produktif dan ahli fiqh terkenal asal Mesir, mengatakan bahwa Wahabi adalah gerakan fanatik buta yang menganggap dirinya paling benar tanpa salah dan menganggap yang lain selalu salah tanpa ada kebenaran sedikitpun.[3] Gerakan Wahabi di Ghaza, menurut Qardawi, lebih suka memerangi dam membunuh sesama muslim daripada membunuh Yahudi.[4]
  4. Dr. Wahbah Az-Zuhayli, Mufti Suriah dan ahli fiqh produktif, menulis magnum opus ensiklopedi fiqh 14 jilid berjudul Al Muwsuatul Fiqhi al-Islami . Az-Zuhayli mengatakan seputar Wahabi Salafi (yang mengafirkan Jama’ah Tabligh): “mereka [Wahabi] adalah orang-orang yang suka mengkafirkan mayoritas muslim selain dirinya sendiri.”[5]
  5. KH. Agil Siradj, ketua PBNU, mengatakan dalam berbagai kesempatan melalui artikel yang ditulisnya, wawancara tv, dan seminar bahwa terorisme modern berakal dari ideologi Wahabi.[6]
  6. Syekh Hisyam Kabbani, ketua tariqah Naqshabandi dunia, mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan neo-Khawarij.[7] Yaitu aliran keras yang menghalalkan darah sesama muslim.
  7. Syekh Muhammad Al-Ghazali, ulama berpengaruh Mesir, termasuk salah satu pengeritik paling keras gerakan Wahabi. Dalam kitabnya yang berjudul “Al Wahhabiyah Tusyawwihul Islam wa Tuakhirul Muslim” (Wahabi menistakan Islam dan membuat muslim terbelakang) Al-Ghazali menuangkan sejumlah kritikan pada Wahabi baik yang ditulis oleh dirinya sendiri maupun yang dikutip dari ulama dan intelektual Mesir yang lain.

Al-Ghazali antara lain menyatakan: Agama yang diserukan oleh sekelompok suku Baduwi ini (maksudnya Muhammad bin Abdul Wahab) adalah agama lain yang berbeda dengan agama Islam yang kita ketahui dan kita muliakan.

BAHAYA GERAKAN WAHABI SALAFI BAGI UMAT ISLAM
  1. Ahmad Abdur Rohim As-Sayih dalam bukunya Khatrul Wahabiyah alal Ummatil Islamiyah menulis bahwa sejumlah fatwa dan ideologi Wahabi merupakan penghinaan terhadap Islam dengan mengkafirkan pengikut madzhab Islam yang lain dan meremehkan pendapat para ulama besar yang bertentangan dengan pendapat pendiri madzhab Wahabi Muhammad bin Abdul Wahab. Apa yang terkandung dari pendapat mereka menunjukkan bahwa Wahabi adalah bentuk baru dari gerakan Khawarij yang muncul pada awal Islam.
Mufti Mazhab Syafi’i dan ketua dewan pengajar di Makkah pada masa Sultan Abdul Hamid, Syekh Zaini Dahlan, dalam bukunya yang berjudul Addurar as-Saniyah fir Raddi alal Wahabiyah menyatakan pada halaman 46: “Muhammad bin Abdul Wahab berkata: ‘Saya mengajak kalian pada Tauhid dan meninggalkan syirik pada Allah. Dan semua hal yang berada di bawah lapis langit yang tujuh adalah musyrik secara mutlak. Siapa yang membunuh seorang musyrik maka ia masuk surga”
Muhammad bin Abdul Wahab dan golongan Wahabinya menghakimi muslim lain sebagai kafir dan menghalalkan darah dan harta mereka.

PENDAPAT ULAMA DAN PAKAR MESIR TAHUN 2010 TENTANG WAHABI
Pada bulan Mei 2010 sebuah seminar yang dihadiri sejumlah ulama dan pakar Islam diadakan di Kairo Mesir dengan tema: “Bahasa Wahabi pada Islam dan Dunia”. Beberapa narasumber yang hadir antara lain Dr. Abdurrohman Al-Subki dari ulama Al-Azhar, pemikir Dr. Ahmad Al-Sayih dosen Akidah dan Filsafat Islam Universitas Al-Azhar dan penasihat Ahmad Abduh pakar dalam bidang gerakan Islam di Mesir, Abdul Fattah Asakir seorang pemikir Islam terkenal, Dr. Abdullah Al-Sa’dawi seorang pemikir, Dr. Ahmad Syauqi Al-Fajri, Dr. Ali Abdul Jawad pakar dalam kajian gerakan Islam.

Kesimpulan dari hasil pertemuan ini adalah sebagai berikut:
Pertama, para pakar dan ulama menyatakan dalam pembahasan mereka bahwa Wahabi memakai cara dakwah dan pemikiran ekstrim yang menafikan dan mengkafirkan yang lain. Dan hal ini dapat mengancam keamanan dan perdamaian pada seluruh negara Islam karena membangkitkan pemikiran terorisme dan kriminal yang sangat berbahaya. Pemikiran-pemikiran yang mendorong anak muda Islam untuk mengkafirkan dan menteror masyarakat dan pemerintah hanya karena sebab-sebab yang remeh. Dan bahwa dunia modern belum pernah mengalami penderitaan seberat penderitaan yang disebabkan oleh organisasi yang dipengaruhi ideologi Wahabi seperti Al-Qaidah dan organisasi Islam yang lain. Dan bahwasanya seandainya tanpa dukungan finansial dari Arab Saudi niscaya Wahabi Salafi tidak akan menyebar. Dan seandainya Amerika tidak bersikap mendua dan hipokrit niscaya akan mudah melawan dan menumpas gerakan Wahabi ini. Akan tetapi Arab Saudi dan Amerika telah mengambil manfaat dari gerakan ideologis ekstrimis ini dengan tujuan untuk meneror dunia di satu sisi dan menjadi pengancam disisi yang lain.
Kedua, peserta seminar menekankan bahwa Wahhabisme memiliki sikap negatif terhadap kaum perempuan dan ilmu pengetahuan, musik dan semua seni, dan bahkan terhadap orang-orang Nasrani, dan pada penganut aliran Islam lainnya (seperti pada Syiah, Asy’ariyah dan lain-lain), yang merupakan sikap ketidaktahuan. Sebagian besar ajaran Wahhabi didasarkan pada terorisme intelektual dan agama, dan bertentangan dengan realitas dan pikiran, dan karena itu dianggap oleh sebagian orang sebagai (agama lain) bukan agama Islam, agama yang mempromosikan terorisme dan membunuh atas nama Tuhan, Maha Suci Allah dari perilaku mereka. Dan bahwa apa yang terjadi di Irak dan Afghanistan – bahkan Arab Saudi merupakan akibat langsung dari ajaran Wahabi ini- yakni berupa pembunuhan dan terorisme, semakin menegaskan bahwa kita berada di bawah ajakan untuk kejahatan, pembunuhan, dan tidak di hadapan undangan untuk Islam yang moderat.
Ketiga, para ilmuwan dan para ahli pada symposium itu menyerukan strategi global dan resistensi budaya dan politik Islam untuk melawan gerakan Wahhabi. Dan bahwa itu harus ada peran dan kepemimpinan dari Universitas Al-Azhar dalam hal ini karena Al-Azhar merupakan institusi Islam yang dikenal moderat agar Islam tidak didominasi oleh ajaran Wahhabisme yang militan dan ekstrim. Universitas Al-Azhar hendaknya berperan kembali sebagai pelopor ajaran Islam moderat dan mencerahkan. Hanya Al-Azhar yang dapat merespon maksimal dan komprehensif terhadap eksremisme Wahabi yang telah merusak spirit ajaran Islam yang moderat.

========================
CATATAN DAN RUJUKAN

[1] “Yang saya lihat dari [Wahabi] Salafi hanyalah [gerakan] ekstrim, teror, fanatik dan [haus] darah.” Lihat detailnya: www.anbacom.com/news.php?action=show&id=8028.
[2] Lihat wawancaranya di: http://www.youtube.com/watch?v=N_vrTRXujBM
[3] Lihat detail: libyan-national-movement.org/article.php?artid=2630
[4] Lihat wawancaranya dengan tv Al Jazeera di: youtube.com/watch?v=y2NcYwEqX7M
[5] Lihat afatih.wordpress.com/2011/12/12/jamaah-tabligh-gerakan-sesat.
[6] Lihat antara lain “Wahabi Mengajarkan Kekerjasan” di: syamsuri149.wordpress.com/2011/12/18/ketua-pbnu-kh-said-agil-siradj-wahabi-mengajarkan-kekerasan/ Dalam artikel tersebut dijelaskan ada 12 yayasan yang didanai Arab Saudi untuk menyebarkan ideologi Wahabi Salafi.
[7] Kabbani mengatakan, “Belakangan ini, beberapa ulama mengritik aliran Wahabi atau “salafî” sebagai kelompok yang secara politik tidak benar. Praktik mengafirkan menjadi ciri utama yang bisa dikenali dari kelompok neo-Khawarij pada masa modern ini. Mereka kelompok yang senang menghantam orang-orang Islam dengan tudingan kafir, bidah, syirik, dan haram, tanpa bukti atau pembenaran selain dari hawa nafsu mereka sendiri, dan tanpa memberikan solusi selain dari sikap tertutup dan kekerasan terhadap siapa pun yang berbeda pendapat dengan mereka. ” Lihat lebih detail: http://groups.yahoo.com/group/Cahaya-Hati/message/2905
Sumber: alkhoirot.net

Saturday, May 16, 2015

Apakah Islam???




Bara timur tengah,
 Sekarang bara dari api yang membakar minyak sedang berkobar hebat. Perang antara Arab Saudi dengan Yaman sudah berjalan cukup lama. Hari ini kita menyaksikan kembali, bagaimana Islam agama yang dipeluk mayoristas oleh kedua negara itu,  tak mampu menyelesaikan dan menjawab  bergabai problema yang muncul kekinian?

Pertanyaan yang menggayut dibenak kemudian menjadi tambah rumit, ketika kita mendengar bahwa ada satu hadis mengatakan bahwa, :

" Islam itu adalah agama persaudaraan, bahkan jika ada satu bagian tubuh yang terluka, maka semua akan merasakan sakitnya, !"

lalu mengapa sekarang kita saling bunuh?

saudara membunuh saudara?

Tubuh yang satu menggigit tubuh yang lain?

Apa yang salah dengan agama ini?

Jika agama ini yang salah, mungkinkah kita kemudian mendapat penegasan bahwa ini adalaha agama yang benar, dan Allah meridoi agama ini.

Jika Allah Ridho  atas agama ini, lantas bagaimana dengan pengikut ajaranya? mestinya mereka juga akan mendapat keridhoan Allah,

dengan kita kemudian saling membunuh, apakah Allah Ridho?

ataukah agama ini memang mengajarkan kekerasan? sebagaimana yang ditulis oleh para orientalis dan sering kita dengar , bahawa ," Islam Agama teroris!,"

Maaf saya juga jadi bingung, apa yang harus saya tulis,dann apa yang harus saya jawab?

Barangkali ada yang bisa bantu?

silahkan post di komentar






Haramain, Dua tempat Suci Ummat Islam

Antara Haramain dan Kerajaan Monarki Arab Saudi


Arrahmahnews


.com Satu hal yang perlu diperjelas, Haramain bukanlah Arab Saudi. Yang ada dalam teks hadits-hadits Nabi Muhammad Saw yang menyebutkan keutamaan dan kemuliaan Haramain adalah penyebutan kota Mekah dan Madinah, bukan Arab Saudi.
Kalau seseorang mencaci dan memberikan stigma negatif pada Arab Saudi bukan berarti yang dicela dan dicaci itu adalah Haramain. Sebab yang membuat Arab Saudi itu mendapat pencitraan negatif adalah kebijakan-kebijakan rajanya, yang memang dalam banyak hal secara demonstratif menyimpang dari aturan Islam. Seperti kehidupan glamour pangeran-pangeran Arab maupun keakraban sang raja dan petinggi-petinggi kerajaan dengan rezim negara-negara Barat yang tidak sedikit kebijakan luar negerinya merugikan umat Islam. Termasuk bungkamnya Arab Saudi terhadap penjajahan Israel atas wilayah Palestina.
Apa kalau pada akhirnya secara resmi masjid al Quds menjadi bagian dari teritorial Israel, lantas Israel tidak boleh dicela karena adanya al Quds? lalu kemudian disebut Israel adalah kiblat pertama umat Islam yang karena itu harus dipuji dan tidak boleh dihujat?. Lalu kemudian diidentikkan, menghujat Israel sama saja melecehkan tanah suci al Quds?.
Dan perlu diketahui pula, meskipun berada dalam wilayah territorial Arab Saudi, Haramain bukanlah milik Kerajaan Arab Saudi, sebab Haramain adalah dua kota suci umat Islam yang sudah semestinya dimiliki oleh umat Islam sedunia. Sebagaimana dimasa kekhalifaan, Haramain dibawah pengelolaan Khalifah yang memang dibaiat oleh seluruh kaum muslimin. Sementara KSA, bukan kekhalifaan Islam.
Tapi apa yang dilakukan KSA atas Haramain?. KSA menguasai sepenuhnya termasuk pengelolaannya. KSA menganggap Haramain adalah miliknya dan secara sepihak menguasai penuh pengelolaannya yang hanya menonjolkan satu mazhab tertentu, dengan mengabaikan realitas umat Islam yang terdiri dari beragam mazhab.
Dulu kita pernah mendengar kisah Syaikh Nawawi al Bantani, ulama Nusantara asal Banten yang mengajar di Masjidil Haram, ada pula Syaikh Ahmad Khatib al Minangkabawi, ulama besar asal Minangkabau yang pernah menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram sekaligus mufti mazhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Tapi lihat apa yang terjadi ketika Haramain dikuasai KSA dan pengelolaannya di tangan mereka?. Apa ada ulama mazhab lain yang sekarang bisa menjadi imam dan khatib di Haramain selain ulama yang memiliki mazhab resmi yang diakui KSA?. Apakah ketika ulama besar Universitas Al Azhar naik haji atau umrah akan mendapat penghormatan untuk menyampaikan ceramah di masjidil Haram? sekarang, anda tidak akan menemui realitas itu.
Bahkan dosen-dosen di Universitas Islam Madinah dan Ummul Qura’, sulit didapati dosen yang bukan berkewargenagaraan Arab Saudi. Sementara dosen saya di Iran, tidak sedikit yang malah berkewarganegaraan Arab Saudi, Irak, Lebanon dll.
Tahukah anda, jangankan jadi imam, khatib ataupun dosen di universitas Islam, untuk sekedar jadi muazin, KSA menetapkan aturan,  muazin harus warga Arab Saudi, dan warga asing dilarang keras mengumandangkan azan dan menjadi imam masjid. Jadi seindah apapun suara anda, sebagus apapun bacaan anda, jangan harap bisa mengumandangkan azan dan menjadi imam shalat di masjidil Haram. Selain harus berkewarganegaraan KSA juga harus bermanjaj Salafi, yang telah menjadi mazhab resmi KSA. Menurut pengakuan Syaikh al Ghamidi Imam Masjidil Haram, pernah ada sejumlah muazin dari Indonesia tapi itu juga telah beralih kewarganegaraan Arab Saudi, karena KSA menetapkan aturan pelarangan warga asing menjadi muazin.
Karenanya patut dipertanyakan, apa KSA mengelola Haramain untuk kepentingan umat Islam atau untuk kepentingan mazhab tertentu?. Jangan heran, ketika anda naik haji atau umrah, disaat anda sedang melakukan amalan-amalan tertentu yang meskipun itu absah menurut mazhab anda tapi jika bertentangan dengan manhaj Salaf anda akan mendapat larangan dan teguran keras dari pihak keamanan Haramain, malah tidak jarang anda akan mendapat pentungan bila perlu. Dengan dana yang dikumpulkan dari jamaah haji yang berasal berbagai mazhab, anda akan dihadiahi Al-Qur’an, buku-buku, kaset-kaset ceramah yang kesemuanya berisi materi dakwah Islam manhaj Salaf, bukan berdasarkan mazhab yang anda anut.
Haramain dan dana haji umat Islam telah dimanfaatkan KSA untuk menyebarkan manhajnya tanpa memberikan penghormatan sedikitpun pada mazhab lain. Saya tidak bicara mengenai mazhab Syiah. Tapi mazhab sesama ahlus Sunnah. Apa KSA memberi penghormatan pada mazhab-mazhab lain selain manhaj Salaf meskipun itu sesama mazhab Sunni?.
Apa KSA memberi penghormatan kepada negara-negara Islam lainnya ketika hendak memperluas dan mempercantik Haramain dengan terlebih dahulu meminta pertimbangan?. Apakah pembangunan Menara Abraj al Bait di sisi Masjidil Haram sebelumnya telah di konsultasikan dengan negara-negara muslim lainnya sementara biaya pembuatannya diantaranya juga bersumber dari dana umat Islam yang telah menunaikan ibadah haji dan umrah?. Sama halnya Vatikan yang merupakan kota suci umat Katolik, ia adalah milik seluruh umat Katolik di seluruh dunia, yang menjadi Paus atau pimpinan tertinggi di Vatikan bukan berdasarkan keturunan tapi berdasarkan kelayakan yang dipilih oleh dewan Kardinal dari negara manapun asalnya. Sementara yang menjadi Imam dan Khatib di Haramain, harus sepersetujuan otoritas KSA, yang telah mempersyaratkan harus berkewarganegaraan KSA dan harus bermanhaj Salaf.
Haramain adalah dua kota suci umat Islam yang harus dijaga, dibela, dimuliakan dan di doakan. Berziarah ke Haramain adalah impian dan harapan semua kaum muslimin. Penghinaan atas Haramain adalah pelecehan untuk semua umat Islam, tanpa terkecuali. Namun meski demikian, kesucian dan kemuliaan Haramain tidak meniscayakan, semua wilayah teritorial KSA juga ikut menjadi suci. Sehingga ketika mengugat KSA tidaklah mesti diidentikkan dengan menggugat kesucian dan kemuliaan Haramain.
Saya ingin menutup tulisan ini, dengan satu hadist Nabi Muhammad Saw, Dari Ibnu Umar berkata, Nabi Saw berkata, “Ya Allah berilah keberkahan kepada kami, pada Syam kami dan pada Yaman kami”. Para sahabat berkata “dan juga Najd kami?”. Beliau bersabda “Disana muncul kegoncangan dan fitnah, dan disanalah akan muncul tanduk setan”. (ShahihBukhari2/33 no 1037)
Najd yang dimaksud dalam hadits diatas adalah Najd Hijaz, atau daerah sekitar Riyadh sekarang, berada disebelah Timur dari tempat terbitnya matahari dari kota Madinah. Nabi Saw menyebut Najd sebagai tempat munculnya fitnah dan munculnya tanduk syaitan, dan ulama-ulama menyebutkan Najd adalah kota Riyadh sekarang.
Dan tahukah anda Riyadh itu? Riyadh adalah ibukota Kerajaan Arab Saudi.
Apakah Nabi Saw hendak melecehkan Haramain ketika menyebutkan hadits ini? atau hendak menubuatkan, betapa berbahayanya suatu negara yang kelak lahir, yang merancang segala urusan pemerintahan dan kebijakan politiknya di Riyadh?. Tempat munculnya fitnah dan tanduk syaitan. [ARN/Ismail Amin]

Tuesday, February 3, 2015

Wasiat Rasullullah




PESAN UNTUK UMAT NABI MUHAMMAD SAW
Rasulullah SAW bersabda :
Tiada Sempurna Iman seseorang diantara kalian, Sebelum aku dicintai lebih dari kecintaan orang itu kepada dirinya. dan keluargaku lebih dicintai daripada keluarganya. dan mencintai keturunanku melebihi kecintaannya terhadap keturunannya sendiri.
(HR At Thabrani. Al Baihaqi. DLL)
Rasulullah SAW bersabda :
ﺇﻧﻰ ﺗﺎﺭﻙ ﻓﻴﻜﻢ ﺧﻠﻴﻔﺘﻴﻦ : ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّﻪ ﺣﺒﻞ ﻣﻤﺪﻭﺩ ﻣﺎﺑﻴﻦ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺍﻷﺭﺽ ﻭﻋﺘﺮﺗﻰ ﺍﻫﻞ ﻭﺇﻧﻬﻤﺎ ﻟﻦ ﻳﻔﺘﺮﻗﺎ ﺣﺘّﻰ ﻳﺮﺩﺍ ﻋﻠﻲّ ﺍﻟﺤﻮﺽ . ( ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ، ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ )
“Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara : Kitabullah. yang merupakan tali antara langit dan bumi dan Keturunanku (Ahlul Baitku : yakni para Habaib & para Syarifah); Sesungguhnya keduanya itu tidak akan berpisah hingga kembali kepadaku di Telaga Haudh.”
(HR. Imam Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW bersabda :
ﺍﻻ ﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨّﺎﺱ ﺇﻧﻤﺎ ﺍﻧﺎ ﺑﺸﺮ ﻳﻮﺷﻚ ﺃﻥ ﻳﺄ ﺗﻲ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠّﻪ ﺭﺑّﻰ ﻓﺄﺟﻴﺐ ﻭﺇﻧّﻰ ﺗﺎﺭﻙ ﻓﻴﻜﻢ ﺛﻘﺘﻴﻦ . ﺃﻭّﻟﻬﻤﺎ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّﻪ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻬﺪﻯ ﻭﺍﻟﻨّﻮﺭ ﻓﺨﺬﻭﺍ ﺑﻜﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺍﺳﺘﻤﺴﻜﻮﺍ ﺑﻪ ﻓﺤﺚّ ﻋﻠﻰ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠّﻪ ﻭﺭﻏّﺐ ﻓﻴﻪ ﺛﻢّ ﻗﺎﻝ : ﻭﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ . ﺃﺫﻛﺮﻛﻢ ﺍﻟﻠّﻪ ﻓﻰ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ ﺃﺫﻛﺮﻛﻢ ﺍﻟﻠّﻪ ﻓﻰ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ . ﺃﺫﻛﺮﻛﻢ ﺍﻟﻠّﻪ ﻓﻰ ﺃﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ .
( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ )
“Wahai sekalian manusia ! Sesungguhnya aku adalah hamba Allah swt, utusan Tuhanku (Malaikat Izroil) hampir tiba, maka aku harus memenuhi panggilannya. Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara : Kitabullah; didalamnya terdapat petunjuk juga pelita (maka Rasulullah menyuruh berpedoman dan mengembalikan sandaran pada kitabullah) dan AHLUL BAITKU, aku akan ingatkan akan Allah swt perihal AHLUL BAITKU, aku ingatkan akan Allah swt perihal AHLUL BAITKU.”
( HR. Muslim )
Rasulullah SAW bersabda :
Ketahuilah, Sesungguhnya perumpamaan Ahlulbaitku diantara kalian adalah seperti Perahu Nabi Nuh as diantara Kaumnya. Barangsiapa menaikinya, iapun selamat. dan siapa tertinggal olehnya, iapun tenggelam.
(HR Muslim)
Diriwayatkan oleh al-Bazzar, Abu Ya'la, al-Uqaili, al-Thabrani dan Ibnu Syahin dalam al-Sunnah dari Ibnu Mas'ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
ﺇِﻥَّ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﺍَﺣْﺼَﻨَﺖْ ﻓَﺮْﺟَﻬَﺎ ,
ﻓَﺤَﺮَّﻣَﻬَﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَ ﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَﺎﺭ
ِ
"Sesungguhnya Fathimah telah menjaga kesuciannya, oleh karena itu Allah mengharamkan dia dan Keturunannya dari (sentuhan) api neraka".
Ibnu Jarir meriwayatkan dalam tafsirnyadari Ibnu Abbas mengenai firman Allah swt :
ﻭَﻟَﺴَﻮْﻑَ ﻳُﻌْﻄِﻴْﻚَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻓَﺘَﺮْﺿَﻰ .
ﻗَﺎﻝَ : ﻣِﻦْ ﺭِﺿَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍَﻥْ ﻻَ ﻳُﺪْﺧِﻞَ
ﺍَﺣَﺪٌ ﻣِﻦْ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ
َ
"Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu,lalu (hati) kamu menjadi puas". Ia berkata: Di antara kepuasan Nabi Muhammad saw adalah agar tidak seorangpun dari keluarganya (keturunannya) yang masuk kedalam api neraka".
Dari Imran bin Hushain,ia mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda:
ﺳَﺄَﻟْﺖُ ﺭَﺑِّﻲ ﺍَﻥْ ﻻَ ﻳُﺪْﺧِﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺍَﺣَﺪًﺍ
ﻣِﻦْ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻲ ﻓَﺄَﻋْﻄَﺎﻧِﻴْﻬَﺎ
"Aku telah memohon kepada Tuhanku supaya tidak memasukkan seorangpun dari ahlul baitku (keturunanku) ke dalam neraka, dan Dia (Allah swt) mengabulkan permohonanku".
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud bahwa Rasulullah saw bersabda:
ﺇِﻥَّ ﻓَﺎﻃِﻤَﺔَ ﺣَﺼَﻨَﺖْ ﻓَﺮْﺟَﻬَﺎ , ﻭَﺍِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ
ﺍَﺩْﺧَﻠَﻬَﺎﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺘَﻬَﺎ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔ
َ
"Sesungguhnya Fathimah telah menjaga kesuciannya, karena itu Allah swt akan memasukkannya bersama keturunannya ke dalam surga".
Ancaman Bagi Umat Nabi Muhammad SAW yang Membenci, Menyakiti Dan Mendzalimi Ahlul bait Nabi SAW [Para Habaib atau Sayyid & Para Syarifah]
1. Allah swt marah kepada orang yang membenci ahlu bait.
a. Rasulullah saw bersabda:
… ﻭﻫﻢ ﻋِﺘْﺮَﺗِﻲ , ﺧُﻠِﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻃِﻴْﻨَﺘِﻲ , ﻓَﻮَﻳْﻞٌ ﻟِﻠْﻤُﻜَﺬِّﺑِﻴْﻦَ ﺑِﻔَﻀْﻠِﻬِﻢْ , ﻣﻦ ﺍﺣﺒﻬﻢ ﺍﺣﺒﻪ ﺍﻟﻠﻪ
ﻭﻣﻦ ﺃﺑﻐﻀﻬﻢ ﺃﺑﻐﻀﻪ ﺍﻟﻠﻪ
“…Mereka adalah keturunanku dan diciptakan dari tanahku. Celakalah dari ummatku yang mendustakan keutamaan mereka. Siapa yang mencintai mereka maka Allah akan mencintainya, siapa yang membenci mereka maka Allah akan membencinya”.[1]
a. Rasulullah saw bersabda:
ﺃﻻ ﻭ ﻣﻦ ﺍﺑﻐﺾ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﺟﺎﺀ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻣﻜﺘﻮﺑﺎ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ : ﺁﺋﺲ ﻣﻦ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ
Sungguh siapa yang membenci keluarga Muhammad saw, maka ia akan dibangkitkan dihari kiamat dengan tulisan diantara kedua matanya: ‘orang ini telah terputus dari rahmat Allah swt’.[2]
2. Orangyang membenci ahlu bait termasuk golongan munafik.
a. Rasulullah saw bersabda:
ﻣﻦ ﺃﺑﻐﻀﻨﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻓﻬﻮ ﻣﻨﺎﻓﻖ
Siapa orang yang membenci kami ahlu bait adalah termasuk golongan munafik.[3]
b. Rasulullah saw bersabda:
ﻻ ﻳﺤﺒﻨﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻻ ﻣﺆﻣﻦ ﺗﻘﻲ , ﻭﻻ ﻳﺒﻐﻀﻨﺎ ﺍﻻ ﻣﻨﺎﻓﻖ ﺷﻘﻲ
Tidak ada yang mencintai kami ahlu bait kecuali orang yang beriman dan bertaqwa,dan tidak ada yang membenci kami kecuali orang munafik dan durhaka.[4]
c. Rasulullah saw bersabda:
ﻣﻦ ﺃﺑﻐﺾ ﻋﺘﺮﺗﻲ ﻓﻬﻮ ﻣﻠﻌﻮﻥ ﻭ ﻣﻨﺎﻓﻖ ﺧﺎﺳﺮ
Siapa yang membenci keturunanku, ia termasuk orang yang dilaknat dan munafik yang merugi.[5]
3. Orangyang membenci ahlu bait termasuk golongan kafir.
Rasulullah saw bersabda:
ﺃﻻ ﻭﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺑﻐﺾ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﺎﺕ ﻛﺎﻓﺮﺍ , ﺃﻻ ﻭﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻋﻠﻰ ﺑﻐﺾ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ
ﻟﻢ ﻳﺸﻢّ ﺭﺍﺋﺤﺔ ﺍﻟﺠﻨّﺔ
Sungguh siapa yang mati dalam keadaan membenci keluarga Muhammad saw, maka ia mati dalam keadaan kafir. Sungguh siapa yang mati dalam keadaan membenci keluarga Muhammad saw, maka ia tidakakan mencium harumnya surga.[6]
4. Orang yang membenci ahlu bait termasuk golonganYahudi.
Dari Jabirbin Abdillahal-Anshari, Rasulullah saw bersabda:
ﺃﻳّﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ , ﻣﻦ ﺃﺑﻐﻀﻨﺎ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺣﺸﺮﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻳﻬﻮﺩﻳﺎ . ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ , ﻭﺇﻥ ﺻﺎﻡ
ﻭﺻﻠّﻰ ؟ ﻗﺎﻝ : ﻭﺇﻥ ﺻﺎﻡ ﻭ ﺻﻠّﻰ
Wahai manusia, siapa saja yang membenci kami ahlu bait, maka Allah swt akan mengumpulkannya dihari kiamat dalam golongan orang-orang Yahudi. Jabir berkata: Ya Rasulullah, mereka adalah orang-orang yang berpuasa dan mengerjakan shalat. Rasul menjawab : Walaupun mereka berpuasa dan mengerjakan shalat.[7]
5. Orang yang membenci ahlu bait masuk neraka.
a. Rasulullah saw bersabda:
ﻭﺍﻟّﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ , ﻻ ﻳﺒﻐﻀﻨﺎ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﺣﺪ ﺍﻻ ﺃﺩﺧﻠﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨﺎﺭ
Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, Tidaklah seorang yang membenci kami ahlu bait kecuali Allah swt akan masukkan ia ke dalam neraka.[8]
b. Rasulullahsaw bersabda:
ﻭﺍﻟّﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ , ﻻ ﻳﺒﻐﻀﻨﺎ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﺣﺪ ﺍﻻ ﺃﻛﺒّﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨﺎﺭ
Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, Tidaklah seorang yang membenci kami ahlu bait kecuali Allah swt akan masukkan ia ke dalam neraka.[9]
a. Rasulullah saw bersabda:
… ﻓَﻠَﻮْ ﺍَﻥَّ ﺭَﺟُﻼً ﺻﻔَﻦَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺮُّﻛْﻦِ ﻭَﺍﻟﻤَﻘَﺎﻡِ , ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﻭَﺻَﺎﻡَ , ﺛُﻢَّ ﻟﻘﻲ ﺍﻟﻠﻪ , ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺒْﻐِﺾٌ
ﻻِﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺖِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ .
“…Maka sekiranya seseorang berdiri di antara salah satu sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim, lalu ia shalat dan puasa, kemudian meninggal sedangkan ia adalah pembenci keluarga (ahlu al-bait) Muhammad, pasti ia masuk neraka”.[10]
b. Rasulullah saw bersabda:
ﻻ ﻳﺒﻐﻀﻨﺎ ﻭﻻ ﻳﺤﺴﺪﻧﺎ ﺍﺣﺪ ﺍﻻ ﺫﻳﺪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﺑﺴﻴﺎﻁ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
Tidak seorang pun yang membenci dan hasud kepada kami (ahlu bait) kecuali Allah swt akan mengusirnya dihari kiamat dengan cambuk yang berasal dari api neraka.[11]
6. Allah swt sangat murka kepada umatnya yang menyakiti ahlu bait.
a. Rasulullah saw bersabda:
ﺇﺷﺘﺪّ ﻏﻀﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺁﺫﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﻋﺘﺮﺗﻲ
Allah swt sangat murka kepada orang yang menggangguku melalui keturunanku.[12]
b. Rasulullah saw bersabda:
ﺇﺷﺘﺪّ ﻏﻀﺐ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻏﻀﺒﻲ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﻫﺮﻕ ﺩﻣﻲ ﻭ ﺁﺫﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﻋﺘﺮﺗﻲ
Allah swt dan aku sangat murka kepada orang yang menumpahkan darahku dan menyakitiku melalui keturunanku.[13]
c. Rasulullahsaw bersabda:
ﻣﻦ ﺳﺐّ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ ﻓﺄﻧﺎ ﺑﺮﻱﺀ ﻣﻨﻪ
Siapa yang mencela ahlu baitku, maka aku berlepas diri darinya.[14]
d. Rasulullah saw bersabda:
ﻣﻦ ﺁﺫﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻫﻠﻲ ﻓﻘﺪ ﺁﺫﻯ ﺍﻟﻠﻪ
Siapa yang menyakitiku dalam urusan keluargaku, maka ia telah menyakiti Allah.[15]
e. Rasulullah saw bersabda:
ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻳﺒﻐﺾ ﺍﻵﻛﻞ ﻓﻮﻕ ﺷﺒﻌﻪ , ﻭﺍﻟﻐﺎﻓﻞ ﻋﻦ ﻃﺎﻋﺔ ﺭﺑﻪ , ﻭﺍﻟﺘﺎﺭﻙ ﺳﻨّﺔ ﻧﺒﻴﻪ , ﻭﺍﻟﻤﺨﻔﺮ ﺫﻣّﺘﻪ , ﻭﺍﻟﻤﺒﻐﺾ ﻋﺘﺮﺓ ﻧﺒﻴﻪ , ﻭﺍﻟﻤﺆﺫﻱ ﺟﻴﺮﺍﻧﻪ .
‘Sesungguhnya Allah swt membenci orang yang makan diatas batas kekenyangannya, orang yang lalai dari melaksanakan ketaatan kepada Tuhannya, orang yang mencampakkan sunnah nabinya, orang yang menremehkan tanggungjawabnya, orang yang membenci ithroh (keturunan) nabinya dan mengganggu tetangganya’.[16]
7. Allah swt mengharamkan surga kepada orang yang menzhalimi ahlu bait.
a. Rasulullah saw bersabda:
ﺇﻥّ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺮّﻡ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻇﻠﻢ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ
Sesungguhnya Allah swt mengharamkan surga kepada orang yang menzhalimi ahlu baitku.[17]
b. Rasulullah saw bersabda:
ﺣﺮّﻣﺖ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻇﻠﻢ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ ﻭ ﺁﺫﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﻋﺘﺮﺗﻲ
Surga diharamkan bagi siapa saja yang menzhalimi ahlu baitku dan menyakiti aku melalui keturunanku.[18]
c. Rasulullah saw bersabda:
ﺍﻟﻮﻳﻞ ﻟﻈﺎﻟﻤﻲ ﺍﻫﻞ ﺑﻴﺘﻲ , ﻋﺬﺍﺑﻬﻢ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺭﻙ ﺍﻷﺳﻔﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ
Celakalah siapa saja yang menzhalimi ahlu baitku, mereka akan diadzab bersama orang-orang munafiq di dasar Neraka.[19]
Refrensi :
[1] Kanz al-Ummal (12/98)
[2] Faraid al-Simthin(2/256)
[3] Al-Dur al-Mansur(7/349),
Fadhail al-Sahabah (2/661)
[4] Dzakhair al-Uqba: 218,al-Showaiqal-Muhriqah: 230.
[5] Jami’ al-Akhbar : 214.
[6] Al-Kasyaf (3/403)
[7] Al-Mu’jam al-Ausath(4/212)
[8] Al-Mustadrak ‘Ala Shahihain (3/162), al-Dur al-Mansur(7/349)
[9] Al-Mustadrak ‘Ala Shahihain (4/392), Majma’ al-Zawaid (7/580)
[10] Al-Mu’jam al-Kabir(11/142), al-Mustadrak ‘Ala Shahihain(3/161)
[11] Al-Mu’jam al-Kabir(3/81)
[12] Ihya al-Mait al-Suyuthi : 53
[13] Dzakhoiral-Uqba: 39
[14] Yanabi’ al-Mawaddah (2/378)
[15] Kanz al-Ummal (12/103)
[16] Ihyaal-Mait: 53
[17] Dzakhoiral-Uqba: 20
[18] Tafsir al-Qurthubi(16/22)
[19] Yanabi’ al-Mawaddah (2/326)